Home » Berita Balai » Webinar Kelas Orang Tua Berbagi Provinsi Bali Episode 5

KEPALA

Dra. Endah Warsiati, M.Pd

FACEBOOK

Webinar Kelas Orang Tua Berbagi Provinsi Bali Episode 5

pauddikmasbali.kemdikbud.go.id

Webinar Kelas Orang Tua Berbagi Provinsi Bali Episode 5, Selasa (27/10/2020)

BP PAUD dan Dikmas Provinsi Bali kembali menyelenggarakan Webinar Kelas Orang Tua Berbagi Episode 5 secara daring melalui zoom meetings, Selasa (27/10/2020). Episode ke 5 ini Webinar Kelas Orang Tua Berbagi Provinsi Bali kembali hadir dengan judul ” Mengembangkan Karakter Positif AUD dengan Permainan Kreatif BDR”. Webinar Kelas Orang Tua Berbagi dilaksanakan dalam upaya fasilitasi bagi orang tua untuk meningkatkan motivasi, pengetahuan dan keterampilan dalam pendidikan dan pengasuhan terutama pendampingan saat anak belajar dari rumah.

Webinar di episode 5 ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada orang tua tentang bagaimana strategi menghadapi tantangan dalam mendampingi AUD selama BDR, memberikan inspirasi kepada orang tua tentang cara mengembangkan  karakter positif anaknya melalui permainan kreatif, serta memberikan informasi kepada orang tua tentang permainan kreatif yang  dapat dilakukan selama belajar di rumah.

Paparan Materi oleh narasumber Webinar Kelas Orang Tua Berbagi Provinsi Bali Episode 5, Selasa (27/10/2020)

Webinar Kelas Orang Tua Berbagi Provinsi Bali Episode 5 menghadirkan narasumber ahli yaitu Made Taro – Sanggar Kukuruyuk, narasumber orang tua yaitu Ni Putu Indah Lestari, S.E ibunda dari Ganendra berusia 3 tahun dan Ni Putu Onyx Yasriantari ibunda dari Cetta yang berusia 5 tahun dan sedang  bersekolah di TK Mahardika School Denpasar . Narasumber Ahli dan Narasumber Orang Tua di Webinar Kelas Orang Tua Episode 5 ini didampingi oleh moderator yaitu Bunda Nugrahaini yang merupakan staf dari Direktorat PAUD Kemdikbud.

Paparan Materi oleh narasumber ahli yaitu Made Taro – Sanggar Kukuruyuk Webinar Kelas Orang Tua Berbagi Provinsi Bali Episode 5, Selasa (27/10/2020).

Narasumber Ahli dalam episode ini yaitu Bapak Made Taro merupakan  pengasuh Sanggar Kukuruyuk yang didirikan tahun 1973. Beliau menyampaikan bahwa permainan  adalah aktivitas budaya yang rekreatif atau menyenangkan. Dalam bermain dapat menumbuhkan rasa  sosial, berkomunikasi dengan orang lain, berinteraksi yang menimbulkan rasa bersimpati dan  berempati. Kemudian juga disiplin, dimana ada aturan/kesepakatan yang harus dipatuhi. Selain itu,  jujur, mencapai kemenangan dengan jujur dan sportif. Percaya diri muncul dan tidak ragu-ragu lagi  tanpa pendampingan orang tua. Kemudian kerja keras baik untuk dirinya sendiri maupun untuk  membela kelompok. Beliau menyampaikan bahwa permainan jangan hanya berupa gerak atau  keterampilan mengerjakan sesuatu, ada unsur lain yang cocok dilakukan di masa pandemi yaitu  mendengarkan dongeng serta bernyanyi. Beliau memberikan contoh permainan nuut titi dengan  mempraktekkannya. Permainan yang dipraktekan ini mengajarkan anak untuk disiplin, jujur, bekerja keras,  mengendalikan diri, menjaga emosi dan latihan keseimbangan. Kemudian beliau menyampaikan ciri ciri permainan yang dapat dilakukan yaitu sederhana baik alatnya dan cara memainkannya -misalnya  dengan menggunakan barang bekas, kolektif-bermain bersama teman yang kemudian di dalamnya  bisa bersaing, luwes/fleksibel-apapun bisa diimajinasikan menjadi apapun tergantung bahan apa  yang ada di sekitar kita, proses-proses membuat sesuatu dari bahan mentah bukan memberikan  barang jadi. Orang yang berhasil adalah yang sering trial and eror, tidak menyerah apabila gagal.

Paparan Materi oleh narasumber orangtua dalam Webinar Kelas Orang Tua Berbagi Provinsi Bali Episode 5, Selasa (27/10/2020).

Narasumber orang tua dalam episode ini Ibu Ni Putu Indah Lestari,  S.E – ibunda dari Ganendra berusia 3 tahun menyampaikan pengalamannya melihat beberapa orang tua memberikan handphone supaya  anaknya tidak rewel dan mengganggunya ketika bekerja, padahal pengaruh gawai tidak hanya positif  tapi juga bisa berdampak negatif. Beberapa dampak negatif misalnya gangguan mata, sebaiknya  gawai digunakan tidak lebih dari 15 menit untuk anak-anak. Ketika Ganendra sedang bosan, beliau berusaha mencari  permainan lain untuk menarik minat anaknya, misalnya belajar melipat kertas, mewarnai, tebak  warna, dan bermain lego. Selain bermain di rumah, beliau juga sering mengajak Ganendra bermain di  luar secara outdor dan tetap memperhatikan jaga jarak aman, misalnya dengan permainan labirin  mencari jalan keluar, bersepeda, atau memberikan binatang makanan. Beliau selalu tidak lupa untuk  memberikan pujian pada anaknya pada saat berhasil melakukan sesuatu, selain itu beliau  memberikan beberapa tips mendidik anak usia dini yaitu memberikan kasih sayang, mengajak  bermain, mengajarkan tentang agama, menggunakan kalimat positif, dan memberikan dukungan  pada anak.

Narasumber orang tua kedua yaitu Ibu Ni Putu Onyx Yasriantari – ibunda dari  Cetta yang berusia 5 tahun dan sedang bersekolah di TK Mahardika School Denpasar menyampaikan bahwa waktu yang dirasa sangat cepat berjalan membuatnya tidak ingin kehilangan  momen bersama buah hatinya, sehingga saat ini adalah kesempatannya untuk menikmati dan  memanfaatkan waktu serta membangun kerjasama dan kedekatan bersama Cetta. Dengan bermain  bersama akan meningkatkan kepercayaan diri dan kreatifitas anak, bahkan membuat anak  memunculkan ide untuk menciptakan permainan. Beliau membagi jenis permainan bersama Cetta  ke dalam 3 jenis yaitu eksperimen, kreativitas, dan keterampilan. Eksperimen bersama Cetta  berhubungan dengan perubahan nyata dan berhubungan dengan warna, misalnya membuat lahar  gunung dengan bahan-bahan yang ada di rumah. Tema kreativitas dilakukan dengan membuat  mainan dari kardus, membuat pola dari kertas, dan membuat kartu undangan. Sedangkan kegiatan  keterampilan dilakukan supaya menumbuhkan kemandirian pada anak, misalnya dilakukan dengan  memeras jeruk untuk membuat es jeruk dan menanam pohon. Beliau berbagi kunci sukses bermain  bersama anak, yaitu meluangkan waktu, memperhatikan ketertarikan anak, dan membangun suasana  hati yang baik. 

Dalam Webinar Kelas Orang Tua Episode ke 5 ini dapat disimpulkan dalam kondisi Belajar Dari Rumah, pasti ada banyak tantangan. Dengan berbagai macam  kesibukan, orang tua juga masih punya tanggung jawab melakukan pendampingan pada anak  usia dini, demi memaksimalkan pelaksanaan PJJ BDR. Selain itu orang tua juga perlu  bekerjasama dengan pasangan dan keluarga lain untuk mendukung pengalaman belajar anak di  rumah, serta dengan guru di sekolah untuk menyamakan persepsi tentang strategi pendampingan  yang baik untuk membentuk karakter positif pada anak Orangtua juga harus tetap semangat. Setiap orangtua itu hebat, setiap anak itu unik. Jadi bagaimana cara cerdas dalam membentuk karakter positif anak yang bisa juga dilakukan dengan sebuah permainan kreatif.

Webinar yang berlangsung selama 2 jam ini dihadiri kurang lebih 356 peserta yang merupakan guru PAUD dan  orangtua dari berbagai wilayah yang ada di Provinsi Bali bahkan hingga luar Provinsi Bali seperti NTB, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan Sumatera Barat.

PROGRAM



GALERI FOTO

previous arrow
next arrow
previous arrownext arrow
Slider

STATISTIK PENGUNJUNG

  • 377
  • 112
  • 649
  • 169
  • 2.660
  • 13.555
  • 166.639
  • 207.158
  • 29.450
  • 11.194
  • 134
  • 18