Home » Berita » Penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara BP PAUD dan Dikmas Bali dengan 6 (enam) SPNF/ SKB Kabupaten/ Kota se Provinsi Bali

KEPALA

Dra. Endah Warsiati, M.Pd

FACEBOOK

Penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara BP PAUD dan Dikmas Bali dengan 6 (enam) SPNF/ SKB Kabupaten/ Kota se Provinsi Bali

Tim dari BP PAUD dan Dikmas Bali sedang melakukan koordinasi dengan Kepala SPNF SKB Kab. Tabanan. (29/8) (Edy_Cardiel)

, BP PAUD dan Dikmas Bali menggelar Penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara BP PAUD dan Dikmas Bali dengan 6 (enam) SPNF/ SKB Kabupaten/ Kota se Provinsi Bali. Pelaksanaan kegiatan tersebut dilaksanakan dua kali yaitu pada 27 dan 29 Agustus 2018 bertempat di Aula BP PAUD dan Dikmas Bali, Jln. Ahmad Yani No.192 Peguyangan, Denpasar-Bali.

Kegiatan ini merupakan rangkaian pemberian Bantuan Pendidik/ Tutor Bantu Penyelenggaraan Program PAUD dan Dikmas pada Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) merupakan salah satu program Direktorat Jenderal PAUD dan Dikmas Kemdikbud yang bertujuan agar pelaksanaan program PAUD dan Dikmas di SKB dapat berjalan sesuai dengan tugas dan fungsinya serta dapat memperluas cakupan program dan meningkatkan mutu penyelenggaraan program PAUD-Dikmas.

Pemberian bantuan ini melalui tahapan tata acara rekrutmen dan penempatan yang cukup panjang. Tata cara dan penempatan tersebut diatur dalam Perdijen PAUD dan Dikmas Nomor 50 Tahun 2018 tentang Petunjuk Teknis Bantuan Pendidik/Tutor Bantu Penyelenggaraan Program Pendidikan Anak Usia Dini Dan Pendidikan Masyarakat Pada Sanggar Kegiatan Belajar Tahun 2018.

Enam SPNF SKB yang ada di wilayah Provinsi Bali penerima bantuan tersebut masing-masing satuan mendapatkan 4 orang Pendidik/ Tutor Bantu sehingga jumlah quota Pendidik/ Tutor Bantu yang ada di Provinsi Bali sejumlah 24 orang. SPNF SKB yang memperoleh bantuan tersebut diantaranya; SPNF SKB Kota Denpasar, SPNF SKB Kabupaten Badung, SPNF SKB Kabupaten Bangli, SPNF SKB Kabupaten Karangasem, SPNF SKB Kabupaten Tabanan dan SPNF SKB Kabupaten Jembrana.

Fungsi SKB sebagai penyelenggara program PAUD dan Dikmas mengalami pergeseran seiring dengan perubahan sistem otonomi pemerintahan kini dari UPT berubah menjadi Satuan Pendidikan Non Formal (SPNF). SPNF SKB hadir sebagai fasilitator, koordinator dan pembina satuan-satuan pendidikan nonformal di sekitarnya. Pergeseran fungsi ini mengakibatkan beberapa hal, diantaranya SKB yang seharusnya sebagai sebuah satuan yang menyelenggarakan program-program PAUD dan Dikmas belum mampu menunjukkan keberhasilan-keberhasilan dan kinerjanya sehingga sering kali dianggap tidak produktif dan tidak memiliki kegiatan-kegiatan penyelenggaraan pendidikan.

Di satu sisi, jumlah pamong belajar SKB makin habis karena pensiun dan mengalami mutasi ke struktur jenjang dan tempat yang lain, kalaupun masih ada hampir tidak tersentuh peningkatan mutu kompetensinya. Program-program yang diselenggarakan makin hilang. Sarana dan fasilitas pembelajaran pada umumnya rusak dan tidak dapat difungsikan. Gedung dan bangunan yang ada bahkan beralihfungsi untuk kegiatan-kegiatan kedinasan lain. Penyelenggaraan SKB sangat minim anggaran sehingga tidak mampu menyentuh beberapa program prioritas PAUD-Dikmas.

Keterbatasan pendidik tersebut yang menyebabkan SKB kurang mampu menyelenggarakan berbagai program PAUD dan Dikmas yang sesuai keinginan masyarakat dan bermutu. SKB sebagai salah satu aset pendidikan nonformal perlu didorong dan dibangkitkan kembali agar fungsinya sebagai satuan pendidikan nonformal milik pemerintah daerah dapat memberikan kontribusi layanan pendidikan yang saat ini sangat dibutuhkan masyarakat.

Keadaan tersebut membuat pemerintah pusat mengintervensi program dalam hal ini Direktorat Jenderal PAUD dan Dikmas. Tujuannya ialah agar pelaksanaan program PAUD dan Dikmas di SKB dapat berjalan sesuai dengan tugas dan fungsinya serta dapat memperluas cakupan program dan meningkatkan mutu penyelenggaraan program PAUD-Dikmas. Dengan demikian sangat tepat pemerintah pusat melakukan perekrutan Pendidik/Tutor Bantu di SKB. Bantuan program ini diharapkan dapat memicu tumbuhnya kembali berbagai  layanan program PAUD, keaksaraan, kesetaraan, kursus dan pelatihan, pendidikan keluarga, dan berbagai kegiatan pendidikan nonformal lainnya pada Satuan Pendidikan Non Formal/ SKB yang ada di Indonesia khususnya wilayah Provinsi Bali. (Adistana)

PROGRAM


GALERI FOTO

previous arrow
next arrow
ArrowArrow
Slider

STATISTIK PENGUNJUNG

  • 29
  • 7
  • 36
  • 12
  • 434
  • 1.732
  • 15.907
  • 20.687
  • 7.723
  • 2.968
  • 39
  • 13