Home » Articles posted by BP PAUD DIKMAS BALI

KEPALA

Dra. Endah Warsiati, M.Pd

FACEBOOK

Penerbit : BP PAUD DIKMAS BALI

Komitmen Kemendikbudristek dalam Penuntasan Buta Aksara di Indonesia

Jakarta, Kemendikbudristek — Indonesia terus mencatatkan keberhasilan dalam penuntasan buta aksara. Presentase buta aksara pada tahun 2020 berada pada posisi 1,71 persen atau sejumlah 2.961.000 orang. Capaian ini merupakan angka yang cukup besar dan harus menjadi perhatian semua pihak untuk terus mendorong percepatan penuntasan buta aksara di Indonesia. Oleh karena itu, sebagai wujud komitmennya, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengembangkan langkah strategis untuk mewujudkan Indonesia yang melek aksara.

Komitmen Kemendikbudristek tersebut mengacu pada kebijakan Internasional tentang global alliance of literacy (GAL). Strategi yang diimplementasikan berangkat dari filosofi kesetaraan di mana seluruh warga berhak memperoleh pendidikan. Selanjutnya adalah mengembangkan digital teknologi sebagai inovasi dalam pembelajaran. Kemudian, monitoring data perkembangan buta aksara, serta melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak.

“Ini merupakan langkah strategis yang diupayakan oleh Kemendikbudristek dalam penuntasan buta aksara serta bagian dari gerakan literasi nasional,” disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen PAUD Dikdasmen), Kemendikbudristek, Jumeri pada peringatan puncak Hari Aksara Internasional tingkat nasional ke-56, pada Rabu (8/9).

Direktur Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus (PMPK), Samto menyampaikan bahwa yang menjadi poros utama kemajuan bangsa adalah literasi. Terdapat enam literasi dasar, yaitu: literasi baca tulis, literasi numerasi, literasi sains, literasi digital, literasi budaya dan kewargaan.

“Literasi baca tulis sudah kita kembangkan saat ini. Kemudian literasi numerasi, di mana kedua ini tidak hanya diberikan kepada yang buta huruf tetapi juga dilakukan kepada masyarakat umum dalam proses pembelajaran. Literasi sains ini sangat bergantung pada bagaimana kita menggunakan kejadian alam untuk perbaikan ke depan. Literasi finansial kemampuan untuk menggunakan keuangan, seperti bagaimana memperoleh sumber keuangan dan memanfaatkannya. Sedangkan literasi budaya dan kewargaan menyangkut bagaimana semua masyarakat kita memiliki literasi budaya dan kewargaan yang baik, yang bisa menjadi warga negara yang baik seperti apa kewajibannya dan haknya, ini yang harus dikembangkan dalam literasi budaya dan kewargaan,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Asisten Deputi Literasi, Inovasi, dan Kreativitas, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenko PMK), Jazziray Hartoyo menekankan bahwa dalam peningkatan budaya literasi, inovasi dan kreativitas dalam SPJ 2020 – 2024 mencakup empat kegiatan prioritas untuk pembangunan karakter.

“Revolusi mental dan pembinaan ideologi Pancasila, pemajuan dan pelestarian kebudayaan, memperkuat moderasi beragama, dan budaya literasi inovasi dan kreativitas. Nanti, struktur untuk mewujudkan SDM yang berkualitas,” ungkapnya.

Di sisi lain, Mardianah selaku Tutor Pendidikan Keaksaraan di PKBM menyarankan, dalam pengembangan kegiatan Pendidikan Keaksaraan ke depan, sebaiknya diadakan pendampingan baik melalui kualitas produksi mauoun penyaluran produk. “Karena praktik baik pembelajaran keaksaraan dengan metode vokasional berbasis potensi lokal di masa pandemi Covid-19 dapat mengurangi buta aksara dan dapat meningkatkan taraf hidup para peserta didik,” ucap Pemenang Anugerah Pegiat Keaksaraan itu.

Senada dengan itu, Benny Arnas, Pemenang TBM Kreatif Rekreatif dari TBM Benny Institute dan Daya Cipta Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, menyampaikan bahwa ia bersama institusinya menaruh perhatian besar terhadap literasi digital. Oleh karena itu, ia mendirikan sebuah institusi bernama Benny Institute untuk menciptakan para pelajar Pancasila melalui berbagai pelatihan literasi. “Saya berterima kasih kepada Kemendikbudristek yang telah menyelenggarakan acara yang luar biasa ini,” ucapnya bangga.

Sebagai penutup, Direktur Samto mengucapkan terima kasih terhadap seluruh pihak yang telah berkontribusi. “Harapannya semoga kita bisa terus berkarya untuk mengisi kemerdekaan ini.”*** ( Tamara/Andina/Najla/Sherika/Denty A.)

#CerdasBerliterasi

Sumber : https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2021/09/komitmen-kemendikbudristek-dalam-penuntasan-buta-aksara-di-indonesia

Upaya Pemberantasan Buta Aksara di Tengah Pandemi Covid-19

Jakarta, 8 September 2021 — Kegiatan pembelajaran pada era pandemi berkembang ke arah yang lebih bervariasi. Sejak Maret 2020, kegiatan belajar mengajar praktis dilakukan secara daring, luring, atau pun kombinasi daring dengan luring, disesuaikan dengan tingkat kerawanan covid di suatu wilayah.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Harris Iskandar, mengatakan, situasi pandemi juga mengubah pandangan sebagian orang tua yang melihat kurangnya peran sekolah dalam proses pembelajaran, juga tingginya risiko putus sekolah. Salah satu mitigasi yang dapat dilakukan, kata Harris, adalah dengan mendorong peserta didik untuk mengikuti program kesetaraan.

“Paket A, B C sebagai alternatif agar siswa tetap bisa mengenyam pendidikan, selain itu melakukan kampanye publik, penyaluran bantuan KIP, dan bantuan lainnya, termasuk kolaborasi antar satuan pendidikan dan guru yang terus dipererat,” tutur Harris, pada puncak peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) Tingkat Nasional, Rabu (8/9).

Harris menyebut, kondisi pandemi yang memaksa terjadinya pembelajaran jarak jauh (PJJ) mempertajam terjadinya kesenjangan capaian belajar peserta didik. Penyebabnya, kata dia, adalah perbedaan akses dan kualitas selama PJJ berlangsung. Harris juga mengatakan,pihak yang paling terdampak adalah anak-anak dari tingkat sosial ekonomi miskin dan daerah 3T. “Maka pemerataan pembangunan infrastruktur jaringan internet perlu dilakukan dibarengi dengan peningkatan literasi digital bagi masyarakat luas,” tekan dia.

Merujuk pada proyeksi Bank Dunia mengenai dampak pandemi terhadap Pendidikan Indonesia, yakni skor Programme for International Student Assessment (PISA), mengatakan bahwa peringkat peserta didik Indonesia berpotensi turun dari 371 menjadi lebih rendah hingga 350. Pendapatan peserta didik Indonesia, kata dia, setelah mereka lulus diperkirakan menurun. Proyeksi ini didapat dengan basis capaian pembelajaran yang tidak optimal sehingga menyebabkan kompetensi lulusan juga tidak optimal. “Sehingga akan berujung nantinya pada penurunan produktivitas dan penghasilan,” tambah Harris.

Sebagai bentuk mitigasi atas learning loss, menurut Harris perlu ada penyesuaian kurikulum dengan pendekatan pembelajaran yang dirancang sesuai tahap perkembangan dan tingkat pencapaian peserta didik (teaching at the right level). Tahap berikutnya, kata Harris, adalah dengan penyederhanaan cakupan pembelajaran yang berfokus pada pembelajaran kompetensi literasi dan numerasi serta penumbuhan karakter peserta didik secara holistik.

“Pembelajaran dirancang untuk membangun kapasitas menjadir pembelajar sepanjang hayat. Pembelajaran yang relevan sesuai konteks, lingkungan, dan budaya peserta didik, dan sesuai dengan kebutuhan keahlian masa depan,” terang Haris.

Mengomentari penuntasan buta aksara di tengah situasi pandemi Covid-19, Direktur UNESCO Jakarta, Mohamed Djelid mengakui adanya berbagai hambatan yang muncul terutama dalam akses pembelajaran. Ia mengatakan, sejumlah program literasi dan numerasi terhambat. Selain itu, perempuan dan anak-anak menjadi pihak yang paling banyak terdampak akibat adanya kesenjangan literasi dan numerasi.

Djelid melihat, pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai upaya agar pembelajaran tetap berlangsung dan tingkat kesenjangan di masyarakat tidak terus melebar. “Kemampuan beradaptasi, pembangunan infrastruktur dan teknologi pembelajaran perlu terus ditingkatkan,” jelasnya menjabarkan solusi dalam mengatasi kesenjangan literasi dan numerasi pada peserta didik.

Kompetensi SDM dalam keaksaraan, Direktur Djelid menekankan, menjadi penentu keberhasilan pembangunan di suatu negara. “Kemampuan literasi dan numerasi sangat berpengaruh pada peningkatkan kualitas SDM yang begitu vital dalam upaya pemulihan ekonomi,” katanya.

Guru Besar Universitas Negeri Malang, Djoko Sarjono mengemukakan, supaya proses pembelajaran tidak membosankan, perlu kepiawaian guru untuk mengombinasikan metode pengajaran yang digunakan. Kemampuan dalam memadukan pembelajaran daring dan luring, dinilainya akan mampu membuat iklim belajar menjadi lebih menyenangkan dan menarik bagi generasi milenial.

“Ini tantangan bagi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk menyiapkan infrastruktur digital fisik yang memadai. Selanjutnya, bagi Kemendikbudristek harus menyiapkan infrastruktur perangkat lunak digital yang nantinya digunakan sebagai bahan ajar yang bervariasi,” urainya yang berprinsip, digitalisasi hanya akan sukses jika dilandasi dengan literasi dan keaksaraan yang mumpuni.

Oleh karena itu, Djoko Saryono memandang perayaan HAI Tingkat Nasional sebagai momentum yang baik untuk membangkitkan literasi. “Kita harus realistis karena kita terpilih untuk menyaksikan, mengalami dan mengatasi dinamika ini. Di sisi lain, kita juga harus menatap optimis pandemi dan era digitalisasi ini. Mari kita bersama-sama menggerakkan pendidikan keaksaraan agar semakin jauh berdampak positif bagi pembangunan bangsa,” katanya dalam pesan penutup.

Perwakilan UNESCO Paris, Herve Huot Marchan, menegaskan bahwa literasi adalah elemen penting dalam pengembangan sumberdaya manusia melalui pendidikan. Pengembangan literasi digital harus dilakukan secara Inklusif dengan keterlibatan semua pihak mulai dari pendidik, peserta didik, satuan pendidikan dan pemerintah.

Ditegaskan oleh Herve bahwa pemuda harus mampu berperan sebagai promotor utama pengembangan teknologi digital serta layanan digital literasi di Indonesia. Dirjen Aplikasi Teknologi Informatika (APTIKA), Semuel Pangerapan, Kementerian Komunikasi dan Informatika, menegaskan perlunya membangun jejaring kemitraan (partnership) dan kolaborasi yang efektif dengan berbagai pemangku kepentingan terkait. Digital literasi harus menjadi gerakan bersama seluruh pemangku kepentingan termasuk satuan pendidikan (Sekolah, PKBM, TBM), akademisi serta pemerintah dan pemerintah daerah.

Di penghujung acara Direktur Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Samto, mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah berpartisipasi aktif dalam puncak peringatan HAI tingkat nasional ke-56 tahun 2021, dengan harapan semua pemangku kepentingan bisa terus berkarya ungtuk kemajuan literasi digital di seluruh wilayah Indonesia secara merata dan berkeadilan. (Denty A./Aline R.)
Sumber :https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2021/09/upaya-pemberantasan-buta-aksara-di-tengah-pandemi-covid19

Sosialisasi Fasilitasi Berdasarkan Standar Nasional Pendidikan (SNP) Provinsi Bali Tahun 2021

pauddikmasbali.kemdikbud.go.id

Kegiatan Sosialisasi Fasilitas Berdasarkan Standar Nasional Pendidikan (SNP) secara daring, Kamis (5/8/2021).

Dalam rangka implementasi sistem penjaminan mutu pendidikan BP PAUD dan Dikmas Provinsi Bali menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Fasilitasi Pendidikan Berdasarkan SNP Tahun 2021 secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting, Kamis (5/8/2021). Kegiatan ini diikuti oleh 64 Peserta yang terdiri dari unsur Dinas Kab/Kota se-Provinsi Bali yaitu Kabid dan Kasi, serta perwakilan Fasilitator/ Satuan di Kab/Kota se-Provinsi Bali dan dari unsur BP PAUD dan Dikmas Provinsi Bali.

Tujuan penyelenggaraan kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada petugas yang akan melaksanakan kegiatan pembimbingan, pendampingan dan supervisi dalam pemenuhan standar nasional pendidikan di satuan PAUD dan Dikmas, menjelaskan tentang teknis pelaksanaan pembimbingan pemenuhan SNP,dan teknis pelaksanaan Supervisi dalam pemenuhan SNP di Kabupaten/ Kota Se Provinsi Bali serta menjelaskan materi tentang pemenuhan delapan standar nasional pendidikan anak usia dini (PAUD) dan Pendidikan Masyarakat.

Kegiatan Sosialisasi Fasilitas Berdasarkan Standar Nasional Pendidikan (SNP) secara daring, Kamis (5/8/2021).

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala BP PAUD dan Dikmas Provinsi Bali, Dra.Endah Warsiati,M.Pd. Dalam pembukaan dan arahannya, beliau menyampaikan terkait kegiatan ini yang dilaksanakan untuk memberikan pembekalan kepada fasilitator yang nantinya akan menyasar satuan Pendidikan Anak Usia Dini & Pendidikan Masyarakat se-Provinsi Bali terkait supervisi pembimbingan dan pendampingan secara daring. Nantinya kegiatan ini akan sebagai langkah awal untuk kegiatan-kegiatan selanjutnya yaitu monitoring dan evaluasi, rekomendasi serta pelaksanaan desiminasi dan melaporkan kepada Dinas Kab/Kota dan Pusat.

Kegiatan Sosialisasi Fasilitas Berdasarkan Standar Nasional Pendidikan (SNP) secara daring, Kamis (5/8/2021).
Kegiatan Sosialisasi Fasilitas Berdasarkan Standar Nasional Pendidikan (SNP) secara daring, Kamis (5/8/2021).

Kegiatan ini diisi dengan materi yang pertama yaitu Kebijakan Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini, Ditjen PAUD, Dikdas, dan Dikmen oleh Ibu Lestari Kusuma Wardhani (staf Direktur PAUD), Materi kedua yaitu Kebijakan dan Penjelasan Teknis Pelaksanaan Fasilitasi Penjaminan Mutu PAUD dan Dikmas oleh Ibu Dra.Endah Warsiati, M.Pd (Kepala BP PAUD dan Dikmas Provinsi Bali), materi ketiga yaitu Materi Penjelasan Teknis Terkait Materi Pelaksanaan Fasilitasi Berdasarkan SNP di Daerah oleh Made Kusuma Wardani, SH.,M.Pd.H (Widyaprada BP PAUD dan Dikmas Provinsi Bali), materi keempat yaitu  Materi terkait Pemenuhan 8 Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini Berdasarkan Permendikbud No.137 Tahun 2014 oleh Ibu Dr. Irma Yuliantina, M.Pd (Pengurus Pusat IGTKI) dan materi yang kelima yaitu materi terkait Pemenuhan SNP Satuan Dikmas dan Persiapan Menghadapi Akreditasi oleh Drs. Fauzi Eko Pranyono, M.Pd (DPP FTPKN). Moderator dalam kegiatan ini yaitu Bapak Achmad Mauluddin, S.Kom., M.Pd dan Ibu Ni Wayan Karyawati, SE yang merupakan Widyaprada BP PAUD dan Dikmas Provinsi Bali.

Kegiatan Sosialisasi Fasilitas Berdasarkan Standar Nasional Pendidikan (SNP) secara daring, Kamis (5/8/2021).

Kegiatan Sosialisasi  Fasilitasi Berdasarkan Standar Nasional Pendidikan (SNP) dalam rangka Pemenuhan Standar Nasional Pendidikan pada dasarnya adalah merupakan kegiatan untuk memberikan pembekalan kepada para petugas pembimbingan, pendampingan dan Supervisi dalam rangka meningkatkan kemampuan dalam upaya pemenuhan delapan SNP pada satuan PAUD dan Dikmas.  Keberhasilan kegiatan Sosialisasi  Fasilitasi Berdasarkan Standar Nasional Pendidikan (SNP) ini sangat tergantung pada peran aktif dari para petugas Fasilitasi yang akan bertugas di daerah. Oleh karena itu pemahaman terhadap substansi setiap Standar Nasional Pendidikan dan tuntutan dokumen pada setiap standar kompetensi yang harus disediakan pada satuan PAUD dan Dikmas merupakan hal yang sangat penting dalam keberhasilan Pembimbingan, pendampingan, dan supervisi satuan PAUD dan Dikmas. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan program Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat dalam rangka Pemenuhan Standar Nasional Pendidikan dapat diwujudkan dan dapat berjalan sesuai tujuan.

Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Kemerdekaan RI

pauddikmasbali.kemdikbud.go.id

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Kemerdekaan RI (17/08/2021), seluruh pegawai BP PAUD dan Dikmas Provinsi Bali mengikuti Upacara Bendera Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Kemerdekaan RI secara virtual di rumah masing-masing dgn menyaksikan siaran langsung upacara pengibaran dan penurunan bendera merah putih melalui TV Nasional dan Youtube Sekretariat Presiden. Dirgahayu Republik Indonesia, Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh!

Sosialisasi Pemutakhiran Data Satuan PAUD Dikmas Pada Aplikasi Dapodik

pauddikmasbali.kemdikbud.go.id

Bimtek DAPODIK 2021
Sosialisasi Pemutakhiran Data Satuan PAUD Dikmas pada Aplikasi Dapodik, Rabu, 4 Agustus 2021 secara daring (dalam jaringan) melalui aplikasi zoom meeting.

Mutu pendidikan erat kaitannya dengan data pokok pendidikan satuan yang terekam pada aplikasi dapodik dan data yang mutakhir pada aplikasi dapodik akan berpengaruh pada pengembangan program yang tepat sasaran. Dalam upaya pemutakhiran data satuan PAUD dan Dikmas yang dilakukan oleh satuan, dibantu oleh operator di Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota se Provinsi Bali, BP PAUD dan Dikmas Provinsi Bali melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pemutakhiran Data Satuan PAUD Dikmas pada Aplikasi Dapodik, Rabu, 4 Agustus 2021 secara daring (dalam jaringan) melalui aplikasi zoom meeting. Kegiatan ini diikuti oleh Kasi Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota se-Provinsi Bali dan Operator Dapodik Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota yang menangani PAUD Dikmas.

Bimtek Dapodik 2
Sosialisasi Pemutakhiran Data Satuan PAUD Dikmas pada Aplikasi Dapodik, Rabu, 4 Agustus 2021 secara daring (dalam jaringan) melalui aplikasi zoom meeting

Kepala BP PAUD dan Dikmas Provinsi Bali, Dra. Endah Warsiati, M.Pd.hadir secara daring dan membuka secara resmi kegiatan Sosialisasi Pemutakhiran Data Satuan PAUD Dikmas pada Aplikasi Dapodik. Pada kesempatan ini, beliau menjabarkan persentasi pembaruan data setiap Kabupaten/Kota di Provinsi Bali. Dimana 3 (tiga) kabupaten yang meraih persentase tertinggi adalah Kabupaten Tabanan sebesar 95%, Kabupaten Buleleng sebesar 96%, dan Kabupaten Klungkung sebesar 99%. Kemudian dijabarkan pula alur kegiatan pemutakhiran data yang dimulai dari penginputan data oleh satuan, dengan pendampingan oleh operator dinas, hingga tercapai data mutu pendidikan satuan PAUD Dikmas yang terbarukan. Pendampingan tersebut dilaksanakan dalan jangka waktu 2 bulan, sejak bulan Agustus hingga September, dimana setiap hari akan ada 2 (dua) satuan yang menjadi sasaran pendampingan. Sebagai dasar pelaksanaan, beliau mengharapkan kerja sama dinas pendidikan terkait pembuatan  surat tugas dari kepala dinas pendidikan setempat sesuai dengan jumlah lokasi satuan yang belum update/ tidak aktif. Langkah tindak lanjut, operator dapodik dinas pendidikan kabupaten/kota memberikan konfirmasi kejelasan satuan yang non aktif berupa laporan pendampingan secara keseluruhan yang telah didampingi oleh operator yang bertugas dimana laporan tesebut kemudian dikirimkan dalam bentuk soft file dan diserahkan panitia balai melalui email.

Bimtek Dapodik 3
Sosialisasi Pemutakhiran Data Satuan PAUD Dikmas pada Aplikasi Dapodik, Rabu, 4 Agustus 2021 secara daring (dalam jaringan) melalui aplikasi zoom meeting.

Kegiatan ini diisi dengan materi yaitu terkait Aplikasi Dapodik Versi 2022 oleh narasumber yaitu Bapak Alfi Falakh Apristi, A.Md.yang merupakan tim Dapodik PAUD, Dikmas, dan Dikmen. Dalam paparannya Beliau menjelaskan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) adalah suatu sistem pendataan yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang memuat data satuan pendidikan, peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan, dan substansi pendidikan yang datanya bersumber dari satuan pendidikan yang terus menerus diperbaharui secara online. Pada pelaksaan pendataan mutu pendidikan, satuan, Dinas Pendidikan, UPT Kemdikbud, dan PDSPK, memiliki peran yang berbeda namun saling berkaitan. Entitas pada dapodik yang harus teriput meliputi data fisik satuan pendidikan, PTK, peserta didik, dan substansi pendidikan. Kemudian, untuk alurnya dijabarkan bahwa proses input data dimulai dari satuan pendidikan dan disinkronisasi, kemudian data yang terkumpul akan dikelola oleh Setditjen PAUD Dikdasmen untuk mendapatkan progress Pendataan dan Manajemen Pendataan untuk pemantauan dan pengelolaan data, hingga data akan siap didistribusikan. Lebih lanjut beliau menyampaikan terkait Penggunaan Aplikasi Versi 2022, mencakup Instalasi dan Perekaman Data Peserta Didik, serta Pembaruan dan Perbaikan Aplikasi Dapodik Versi 2022.

PROGRAM



GALERI FOTO

Kabag Umum dan Kerjasama mengisi materi sekaligus Membuka acara RAKOR BP PAUD dan Dikmas Bali
image001
Peserta Rakor sedang melakukan Diskusi Kelompok
IMG_1301_800x533
IMG_1305_800x533
IMG_1304_800x533
IMG_1334_800x533
IMG_2325_800x533
IMG_2603_800x533
IMG_2496_800x533
IMG_3362_800x533
IMG_3563_800x533
IMG_3511_800x533
IMG_3151_800x533
IMG_1049_800x533
IMG_1295_800x533
IMG_1294_800x533
IMG_1292_800x533
IMG_1222_800x533
IMG_1229_800x533
IMG_1190_800x533
IMG_1244_800x533
IMG_1265_800x533
IMG_1254_800x533
IMG_2642_800x533
IMG_2532_800x533
IMG_3282_800x533
IMG_1355_800x533
IMG_1354_800x533
IMG_1350_800x533
IMG_1347_800x533
IMG_1341_800x533
previous arrow
next arrow
Kabag Umum dan Kerjasama mengisi materi sekaligus  Membuka acara RAKOR BP PAUD dan Dikmas Bali
image001
Peserta Rakor sedang melakukan Diskusi Kelompok
IMG_1301_800x533
IMG_1305_800x533
IMG_1304_800x533
IMG_1334_800x533
IMG_2325_800x533
IMG_2603_800x533
IMG_2496_800x533
IMG_3362_800x533
IMG_3563_800x533
IMG_3511_800x533
IMG_3151_800x533
IMG_1049_800x533
IMG_1295_800x533
IMG_1294_800x533
IMG_1292_800x533
IMG_1222_800x533
IMG_1229_800x533
IMG_1190_800x533
IMG_1244_800x533
IMG_1265_800x533
IMG_1254_800x533
IMG_2642_800x533
IMG_2532_800x533
IMG_3282_800x533
IMG_1355_800x533
IMG_1354_800x533
IMG_1350_800x533
IMG_1347_800x533
IMG_1341_800x533
previous arrow
next arrow

STATISTIK PENGUNJUNG

  • 0
  • 5.751
  • 235
  • 1.405
  • 348
  • 18.354
  • 688.052
  • 816.906
  • 56.225