Home » Berita » PERINGATAN HARI AKSARA INTERNASIONAL KE-53

KEPALA

Dra. Endah Warsiati, M.Pd

FACEBOOK

PERINGATAN HARI AKSARA INTERNASIONAL KE-53

Penyerahan penghargaan penuntasan buta huruf dan tokoh adat pendukung pendidikan keaksaraan dasar oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada komunitas adat terpencil/khusus (KAT). (8/9) (Edy_Cardiel)

DELI SERDANG, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) memberikan penghargaan kepada empat Kabupaten/Kota yang telah berhasil dalam penuntasan buta huruf pada puncak peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) ke-53, di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Sabtu (08 September 2018). Empat Kabpaten tersebut adalah Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara; Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur; Kabupaten Bogor, Jawa Barat; dan Kota Tegal, Jawa Tengah.

Dalam sepuluh tahun terakhir ini, Indonesia patut bersyukur karena berhasil meningkatan keaksaraan masyarakat secara signifikan. Menurut Data Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia telah membuktikan keberhasilan dengan mencapai prestasi melebihi target Pendidikan Untuk Semua (PUS) yang dideklarasikan di Dakar. Oleh sebab itu, kita patut memberikan penghargaan kepada daerah – daerah yang telah berhasil menuunkan angka buta huruf secara signifikan di daerahnya, demikian disampaiakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhajir Effendy, di puncak peringatan HAI tersebut.

Mendikbud mengemukakan, sampai saat ini tercatat terdapat 11 provinsi yang presentase buta aksaranya masih di atas rata – rata nasional (2,07%). Tugas untuk mengentaskan buta aksara dan membebaskan bangsa ini dari kebutaaksaraan bukan hanya tanggung jawab perintah, melaikan seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Dengan terbebasnya bangsa ini dari buta aksara, maka kualitas sumber daya manusia akan semakin meningkat,tutur Mendikbud.

Dalam pengembangan masyarakat, Mendikbud mengatakan, pemerintah memberikan layanan program pendidikan keaksaraan dasar dan keaksaraan lanjutan di daerah terpadat buta aksara, daerah tertinggal, tertinggal, terdepan, tertular (3T), dan komunitas adat terpencil/khusus. Selain itu juga pemerintah memberikan layanan melalui program “Kampung Literasi”dan “Desa Vokasi”.

“Melalui program ini diharapkan dapat membentuk kawasan desa inisiator pengembangan budaya baca masyarakat dan terbentuknya kelompok-kelompok usaha yang memanfaatkan potensi sumber daya dan kearifan budaya local, lebih khusus di daerah 3T,”Kata Mendikbud.

Untuk menumbuhkan kesungguhan dan komitmen Pemerintah, pemerintah daerah, dan dukungan seluruh masyarakat, peringatan HAI tahun 2018 mengangkat tema “Mengembangkan Katerampilan Literasi yang Burbudaya”. Tema ini merupakan inspitrasi kepada kita tentang kesungguhan dan komitmen untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan layanan pendidikan keaksaraan sebagai fondasi gerakan pemberdayaan masyarakat, bukan sekedar penuntasan buta aksara semata tetapi juga untuk menumbuhkembangkan keaksaraan dalam arti yang lebih luas, jelas Mendikbud.

Keberaksaraan atau literasi yang dirumuskan oleh World Economic Forum (2016), merupakan kecapakan orang dewasa abad 21. Terdpat enam literasi dasar yang harus dikuasai oleh setiap orang dewasa, yakni: 1) baca tulis, 2) Numerasi, 3) sains, 4) digital, 5)finansial, serta 6) budaya dan kewargaan. “Literasi dan Pengembangan Keterampilan menunjukkan bahwa keaksaraan bukan hanya sekedar prioritas pada aspek baca, tulis, hitung (calistung), tetapi juga pentingnya pengembangan keterampilan sebagai investasi yang sangat penting bagi masa depan dan kemajuan bangsa yang bermatabat”, ujar Mendikbud.

Pada pucak peringatan HAI ke-53, Mendikbud tidak hanya memberikan penghargaan kepada daerah yang telah berhasil dalam penuntasan buta huruf, tetapi juga memberikan penghargaan kepada 10 pegiat aksara, 22 tokoh adat pendukung pendidikan keaksaraan dasar pada komunitas Adat Terpencil/Khusus (KAT), 6 pegiat perempuan bidang pendidikan kesetaraan, 3 peserta didik Pendidikan Keaksaraan Dasar, 3 peserta didik Pendidikan Keaksaraan Usaha Mandiri.

Selanjutnya Penghargaan juga diberikan kepada lembaga pendidikan non formal dan informal, yakni 3 lembaga Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), 3 lembaga Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan 10 Taman Baca Masyarakat (TBM) Kreatif-Rekreatif.”Saya ucapkan selamat dan penghargaan kepada para pemerintah daerah, pegiat keaksaraan, peserta didik keaksaraan, Taman Baca Masyarakat, Sanggar Kegiatan Belajar, Pusat Kegiatan Masyarakat, dan pegiat Perempuan yang memperoleh penghargaan tahun ini, atas prestasinya dalam mendukung dan menuntaskan buta aksara,’ungkap Mendikbud kepada anggota masyarakat yang telah membantu pemerintah dalam usaha penuntasan buta huruf.

Penyelenggaraan Peringatan Hai Tingkat nasional tahun ini dipusatkan dikabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara, diawali dengan Pameran Produk Unggulan PAUD dan Dikmas serta satuan Pendidikan Nonformal dari berbagai Provinsi dan seluruh Kabupaten/kota di wilayah Sematera Utara, fesvital literasi dan berbagai kegiatan lain sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas warga belajar pendidikan nonformal, di buka oleh Bupati Deli Serdang pada tanggal 7 September 2018.

Selain itu, peringatan HAI tahun ini juga didukung dengan beberapa kegiatan di jajaran Kemdikbud, antara lain: Pameran Program PAUD dan Dikmas yang inivatif dan produk-produk unggulan, Temu Evaluasi Pelaksanan Program Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan, Festival Literasi Indonesia, Simposius Pendidikan Kesetaraan, workshop pengembangan pendidikan  keaksaraan pada kamunitas adat, dan workshop peningkatan kapasitas implementasi Kurikulum 2013 PAUD.

BP PAUD dan Dikmas Bali berkontribusi dalam memamerkan bahan/hasil karya dari BP PAUD dan Dikmas Bali adalah produk naskah pengembangan program PAUD dan Dikmas yang dikembangkan pada tahun 2017  dan satuan pendidikan pembinaan. Salah satu bahan/hasil karya yang dipamerkan yaitu dari PKBM Melati Payangan Gianyar. Produk yang dipamerkan berupa “Dulang Fiber” yang beragam sebagai sarana persembahyangan. dan dari PKBM Gunaraksa Sari produk yang dipamerkan berupa kain Endek Bali sebagai  Satuan ini merupakan salah satu binaan dari balai sebagai bentuk mengembangkan keterampilan yang dimiliki oleh warga belajar pendidikan keaksaraan, disamping itu BP PAUD dan Dikmas Bali juga menyelenggarakan Demo Mewarnai, Meronce, Tata Rias dan Pentas Seni yang di persembahkan oleh lembaga kerjasama dari SPNF SKB Kab. Badung, SPNF SKB Kota Denpasar, LKP Panda Karangasem dan Computer Course Center.

Diakhir sambutan, mendikbud menyampaikan terimaksih kepada jajaran Pemerintah Sumatera Utara dan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang yang telah bersedia menjadi tuan rumah dan menyukseskan puncak peringatan HAI ke-53 tahun 2018. “Kami ucapkan terima kasih juga Kepada Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang dan jajarannya, serta semua pihak yang membantu penyelenggaraan kegiatan ini.”ucap Mendikbud. (E D Y)

PROGRAM


GALERI FOTO

previous arrow
next arrow
ArrowArrow
Slider

STATISTIK PENGUNJUNG

  • 29
  • 7
  • 36
  • 12
  • 434
  • 1.732
  • 15.907
  • 20.687
  • 7.723
  • 2.968
  • 39
  • 13